Sholat cara syiah yang tidak sesuai tuntunan Rasulullah Saw.

Sholat cara syiah yang tidak sesuai tuntunan Rasulullah Saw

Sahabat Sakinahome,

Banyak pihak mengatakan bahwa orang Syiah melakukan sholat sama seperti orang-orang Islam namun hanya untuk sekadar taqiyyah (berpura-pura). Taqiyyah merupakan konsep atau ciri penting yang tidak dapat dipisahkan dari ajaran Syiah. Taqiyyah pada hakikatnya adalah “berdusta dan berbohong”. Pentingnya taqiyyah disisi Syiah banyak terdapat di dalam kitab-kitab utama mereka.

Adzan yang dikumandangkan pengikut syiah sebelum memulai sholat sangat berbeda dengan adzan yang dikenal umat islam pengikut Rasulullah. Setelah mengucapkan Asyhadu anna Muhammadan Rasulullah, adzan tersebut diikuti dengan Asyhadu anna ‘Aliyan Waliyullah (Aku bersaksi bahwasanya Ali adalah wali ALLAH) Kemudian dilanjutkan Asyhadu anna Aliyan Amirol Mukminina wa Awladahu Al Ma’shumina Hujajullah (Aku bersaksi bahwa Ali pemimpin orang-orang beriman dan anak-anaknya yang makshum (para imam Syiah pen.) adalah hujah-hujah ALLAH).

Syiah sholat bukan dengan tatacara sholat yang diajarkan oleh Rasulullah s.a.w. Pengikut syiah tidak bersedekap ketika shalat, tidak mengucapkan Aamiin, setelah akhir Surat Al-Fatihah, dan mereka mengutuk Abu bakar, Umar, dan aisyah ra ketika sholat. Pengikut Syiah juga tidak akan mengakhiri sholatnya dengan mengucapkan salam yang dikenali kaum Muslimin, tetapi dengan memukul kedua pahanya beberapa kali. Syiah sholat bukan dengan tatacara sholat yang diajarkan oleh Rasulullah s.a.w. Mereka sujud di atas sebuah batu yang bulat atau persegiempat. Artinya dahi dan hidung tidak menyentuh lantai. Batu itu disediakan didalam masjid atau mereka bawa sendiri ke mana mereka pergi. Batu yang paling suci pada mereka ialah diambil di Karbala kemudian Masyad dan di Qom. Kalau tidak dapat boleh juga mereka gunakan batu-batu dari tempat lain.Satu lagi cara sujud mereka Kalau tidak ada batu, mereka akan gunakan telapak tangan sebagai tempat sujud /meletakkan dahi.

Pengikut Syiah Meskipun sholat jum’at bersama jama’ah, tetapi mereka akan langsung berdiri setelah imam mengucapkan salam. Orang-orang akan mengira dia mengerjakan sholat sunnah, padahal dia menyempurnakan shalat Dhuhur empat raka’at, karena pengikut Syi’ah tidak meyakini keabsahan sholat jum’at kecuali bersama Imam yang ma’shum atau wakilnya.

Kubur Khumaeni ditawaf tiap-tiap hari dan diberkati dengan bermacam-macam amalan taghut, ini adalah satu ibadah mereka jauh menyimpang dari ajaran Islam yang sebenarnya, ini menggambarkan kesesatan Syiah yang nyata. Pengikut syiah juga membuat Ka’bah sendiri di bandar Najaf, mereka akan tawaf sebagaimana tawaf di Baitullah Makkah.

Naudzubillah tsumma naudzubillahi min dzalik.

</Jannatulfirdauz>